Selasa, 22 Februari 2011

Pergolakan di Mesir Kian Genting

Pergolakan di Mesir Kian Genting

Pergolakan di Mesir Kian Genting

Kairo, situasi politik di Mesir makin tak menentu setelah kubu penentang dan pendukung Presiden Hosni Mubarak bentrok di Lapangan Tahrir, Kairo, sejak Rabu. Massa masih bertahan di lapangan tersebut hingga Kamis (3/2).

Suara tembakan masih terdengar hingga radius sekitar 200 meter dari Lapangan Tahrir di sela-sela teriakan massa dari kubu pro dan anti-Mubarak. Sementara helikopter militer terbang rendah di atas kerumunan massa di lapangan tersebut. Demikian dilaporkan wartawan Kompas Musthafa Abdul Rahman dari Kairo, Kamis malam. Semua akses masuk ke Lapangan Tahrir sudah ditutup pada radius 1 kilometer dari semua arah. Hanya warga pengunjuk rasa yang boleh masuk.

Massa anti-Mubarak masih menguasai pintu menuju Lapangan Tahrir dari arah Bundaran Talaat Harb. Sementara massa pro-Mubarak menguasai akses masuk Tahrir dari arah Museum Nasional. Jalan dari Bundaran Talaat Harb menuju Bundaran Abdel Mun’im Riyadh, yang terletak di belakang Museum Nasional, dijadikan kawasan pembatas yang dijaga dua barikade tank untuk memisahkan antara massa pro dan kontra-Mubarak. Dua barikade itu dipisah daerah penyangga selebar sekitar 50 meter. Meski sudah dipisah daerah penyangga, kedua kelompok massa masih saling melempar batu dan botol kosong.

Hari penentuan

Bentrokan antara dua kubu pecah, Rabu, setelah demonstran anti-Mubarak kecewa dengan isi pidato Mubarak, Selasa malam. Dalam pidato itu, Mubarak berkeras tidak mau lengser dan hanya berjanji tak akan mencalonkan diri lagi dalam pemilu September.

Pengerahan massa pro-Mubarak ke jalan-jalan di Kairo dan kota-kota lain di Mesir merupakan upaya terakhir pemerintahan Mubarak untuk menyelamatkan kekuasaan. Seorang pejabat senior Amerika Serikat mengatakan, ”Seseorang yang loyal kepada Mubarak mengerahkan orang-orang ini untuk mengintimidasi para demonstran.”

Stasiun televisi Al Jazeera menunjukkan, sebagian massa pro-Mubarak yang tertangkap ternyata membawa kartu tanda anggota satuan keamanan atau partai berkuasa di Mesir. Kubu oposisi sampai saat ini menolak tawaran dialog nasional yang disampaikan pemerintah. Mereka menegaskan, dialog hanya bisa digelar setelah Mubarak mundur. Salah seorang tokoh oposisi yang juga mantan Direktur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Mohamed ElBaradei, dalam wawancara dengan televisi BBCArabic, Kamis, menegaskan, pihaknya menolak berdialog dengan pemerintah sebelum Mubarak mundur.

Menurut ElBaradei, kubu oposisi menuntut tumbangnya rezim terlebih dahulu sehingga semua kekuatan politik yang akan melakukan dialog nasional nanti berada dalam posisi sama. ”Jika menerima dialog dengan pemerintah pada saat ini, berarti kami masih menerima dialog di bawah konstitusi yang berlaku sekarang. Ini sebuah kebohongan besar,” kata ElBaradei.

Sikap yang sama ditunjukkan partai dan kekuatan politik utama di Mesir, seperti Partai Tajamu’, Wafd, Nasseris, Al-Ghad, Lembaga Nasional untuk Perubahan pimpinan Mohamed ElBaradei, Gerakan Pemuda 6 Oktober, Ikhwanul Muslimin, dan aktivis politik kaum Kristen Koptik. Mereka sepakat meminta Mubarak mundur dahulu, kemudian digelar dialog nasional.

Menurut kekuatan-kekuatan politik utama itu, Jumat ini akan menjadi hari penentuan yang mereka sebut ”Jumat Pengusiran Mubarak”. Sebaliknya, Wakil Presiden Omar Sulaiman menegaskan hanya bersedia menggelar dialog dengan oposisi setelah mereka menghentikan unjuk rasa dan meninggalkan Lapangan Tahrir.

Pemerintah Mesir hingga saat ini masih menolak proses peralihan kekuasaan secara cepat. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mesir Hossam Zaki menegaskan, seruan elemen-elemen asing agar dilakukan peralihan kekuasaan sekarang tak bisa diterima dan hanya akan memperkeruh kondisi dalam negeri Mesir.

Utusan khusus Presiden Barack Obama, Frank Wisner, yang menemui sejumlah pejabat tinggi Mesir, Selasa, mengajukan dua usulan sebagai solusi atas krisis di Mesir saat ini. Pertama, Mubarak segera menegaskan kepada rakyat bahwa ia tidak akan mencalonkan diri lagi pada pemilu presiden, September, dan tak akan mewariskan kekuasaan kepada putranya. Kedua, meminta Mubarak langsung melakukan peralihan kekuasaan sekarang.

Mubarak telah melaksanakan permintaan AS yang pertama itu, tetapi masih menolak permintaan kedua. AS dikabarkan masih mencari figur yang bisa dipercaya sepenuhnya sebagai kandidat pengganti Mubarak sehingga bisa terus menekan Mubarak agar mundur. Duta Besar AS untuk Mesir Margaret Scobey sudah beberapa kali menelepon Mohamed ElBaradei yang mengesankan bahwa AS menginginkan figur seperti ElBaradei untuk berperan pasca-era Mubarak.

ElBaradei mengajukan dua usulan untuk mengembalikan ketertiban Mesir pasca-Mubarak. Pertama, dibentuk dewan kepresidenan yang beranggotakan tiga tokoh, yakni seorang tokoh dari militer dan dua tokoh dari sipil.

Kedua, Wakil Presiden Omar Sulaiman menjabat presiden sementara untuk masa transisi. Dalam masa transisi itu, parlemen dibubarkan, kemudian disusun konstitusi baru, lalu digelar pemilu presiden dan parlemen yang bebas serta transparan berdasarkan konstitusi baru itu.

Juru bicara Ikhwanul Muslimin, Isyam Eriyan, mengatakan, proses perubahan di Mesir melalui dua tahap. Pertama, serah terima kekuasaan. Kedua, amandemen konstitusi serta melaksanakan pemilu parlemen dan presiden secara bebas dan transparan.

GEJOLAK MESIR 109 TEWAS HUSNI MUBARAK MASIH BERTAHAN

Mesir terus bergolak, Sudah 109 orang tewas. Ekonomi rugi Rp30 triliun. Mubarak bertahan. Peluru terus menyalak. Semenjak massa anti pemerintah tumpah ke Lapangan Tahrir 5 Februari lalu, sudah 109 nyawa melayang. Bentrokan sengit terus terjadi antara ratusan ribu massa anti pemerintah dengan massa pro pemerintah dan aparat keamanan negeri itu.
Hingga Minggu malam, 6 Februari 2011 ratusan ribu orang masih memenuhi lapangan di pusat kota itu. Rentetan tembakan masih terdengar. Sejumlah upaya mencari jalan tengah tampaknya gagal total.
Selain jatuhnya korban jiwa, perekonomian negeri piramida itu juga lumpuh total. Hingga Minggu kemarin itu, kerugian mencapai US$3,1 miliar atau sekitar Rp30 triliun.
Meski banyak korban jiwa dan ekonomi kian membisu, akhir dari kekacauan ini belum terlihat. Ratusan ribu orang di pusat kota itu, bersumpah bertahan hingga Hosni Mubarak turun dari kursi Presiden.
Dan optimisme mengalahkan Mubarak terus menyala. Massa anti pemerintah tidak rela perjuangan selama ini sia-sia belaka. "Kami harus mantap menggulingkan pemerintah," kata Ahmed Abdel Moneim, mahasiswa 22 tahun, yang sudah berhari-hari berkemah di Lapangan Tahrir.
Revolusi Prancis, tambah Abel, "Membutuhkan proses lama sebelum akhirnya warga mendapat hak-haknya. Jika memang kami harus menghabiskan sisa hidup untuk menyingkirkan Mubarak, kami akan lakukan."
Ratusan ribu demonstran lain juga berjuang dengan semangat yang sama. Sampai tuntas. Sampai Hosni Mubarak yang dituding bermental diktator itu pergi meninggalkan Istana. "Mungkin kami akan kehilangan energi selama satu bulan ini, tapi kami akan mendapat kebebasan dalam sisa hidup kami," kata Sharif Mohammed yang turut berjuang menyudahi 30 tahun kekuasaan Mubarak di Mesir.
Meski optimisme menyala, mereka tak bisa menutupi kondisi fisik yang melemah. Raut kelelahan, kelaparan, dan kurang tidur begitu jelas merayapi wajah mereka. Di beberapa tenda darurat, sejumlah demonstran pun terlihat menderita memar dan luka.
Sejumlah keluarga korban tewas bahkan siap menyerahkan nyawa demi memastikan berakhirnya rezim Mubarak. "Negara ini tidak memiliki kebebasan dan tidak ada pluralitas pendapat," kata Ahmed Mustafa, pria 58 tahun yang baru saja kehilangan putranya dalam bentrokan dengan massa pro Mubarak.


Siasat Hosni Mubarak


Meski negara di ambang kehancuran, Mubarak tak menyerah begitu saja pada kehendak mayoritas rakyat Mesir. Ia terus membuat berbagai strategi untuk mengamankan posisinya hingga akhir masa pemerintahan, September mendatang.
Setelah menyatakan tak akan maju sebagai calon presiden periode mendatang dan membuat kejutan mengangkat Omar Suleiman sebagai wakil presiden, Mubarak mencoba 'merayu' rakyat dengan mengundurkan diri dari jabatan Ketua Partai Demokratik Nasional.
Televisi pemerintah Mesir, seperti dilansir Associated Press, menyatakan, pengunduran diri Mubarak dari kepemimpinan di partai berkuasa itu adalah respons atas kekacauan yang terus bergolak.
Keputusan itu bahkan diikuti anaknya, Gamal Mubarak, dan lima anggota komite pengarah sekretariat jenderal partai.
Kemunduran Gamal memperkuat pernyataan Wakil Presiden Omar Suleiman sebelumnya bahwa Gamal, yang dipandang sebagai penerus Mubarak, tidak akan maju sebagai calon presiden pada akhir masa pemerintahan sang ayah. Strategi lain juga dilakukan dengan menyudutkan posisi demonstran. Melalui tayangan kebrutralan demonstran, pemerintahan Mubarak berupaya menghasut rakyat Mesir bahwa demonstran adalah penyebab kekacauan yang membuat kota Kairo lumpuh. Berbagai strategi 'rayuan' itu tampaknya tak berhasil meluluhkan demonstran untuk membubarkan diri. Tindakan Mubarak dalam dua pekan terakhir justru meningkatkan kepercayaan demonstran bahwa mereka sudah diambang kemenangan.
Yakin menjadi pemenang itu juga diperkuat oleh sikap sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, yang mendesak agar Mubarak segera menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan sementara demi menyudahi gejolak.

Pergolakan di Mesir, Mengingatkan Lagi Makna Pelajaran Sejarah

Jasmerah, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah adalah judul pidato yang fenomenal dari Bung Karno. Dari judulnya pun sudah penuh makna, apalagi kalau melihat langsung beliau berbicara, pasti semua rakyat rela berpanas-panas terik berjam-jam melihatnya.

Apa sih pelajaran sejarah? Saya pernah sangat keki ketika ada daftar pelajaran ini di SMA. Ditambah lagi saat itu, antara tahun 1988-1991 ada yang namanya PMP dan PSPB yang isi pelajarannya mirip-mirip.

Ternyata melihat kejadian di Tunisia dan Mesir, yang bergolak baru terasa hal itu penting.

Terutama Mesir, mirip sekali dengan Indonesia saat demonstrasi reformasi. Kita pernah mengalami rejim orde baru yang berkuasa 30 tahunan, dan rejim itu otoriter, hampir menguasai semua sendi-sendi pembangunan, oposisi dikebiri, kekuasaan waktunya tidak dibatasi dan akhir dari semua itu adalah sama, krisis pangan dan moneter yang memicu’ chaos’.

Kalau saja Mubarak mau belajar dari Indonesia di Mei 1998, mungkin dia mau berhenti berkuasa beberapa tahun lalu saat di puncak-puncak kejayaannya, supaya menjadi kenangan yang manis bagi rakyatnya.

Tetapi kalau ternyata dia jatuh dengan menyedihkan saat ini juga, maka kata-kata bijak ‘jasmerah’ dari sang proklamator mengenai sasarannya.

Dan sekarang, sudah ada Mei 1998 yang maksud awalnya menjatuhkan sebuah rejim, tetapi kita tidak pernah tuntas melakukan perbaikan. Sisa rejim lama masih ada, hanya bak kutu loncat pindah partai, ganti nama partai, ganti visi-misi supaya enak di telinga, tetapi pola pikir dan filosofinya tetap cara-gaya yang aromanya sama saja. Seperti makanan, semua masih pengandalkan pewarna buatan, pengawet dan penyedap rasa instant, bukan racikan bumbu baru dari rempah-rempah alami. Bagaimana kita mau belajar dari sejarah 13 tahun yang lalu di Indonesia? Dan menghubungkannya juga dengan fakta saat ini di Mesir yang mirip sekali kondisi kita Mei 1998. Haruskah hanya guru-guru sejarah yang membahasnya?

Sepertinya tidak hanya guru sejarah, kita semua harus mempelajarinya. Belajarlah dari Mesir hari ini. Sepuluh tahun batas sebuah rejim, ya 10 tahunlah. Mau mempertahankannya mati-matian dengan ditukang-tukangi, pasti bisa. Tetapi kalau pada akhirnya hanya hujatan dan caci maki didapat di akhir kekuasaan, alangkah sakitnya.

Berhentilah makan sebelum kenyang. Mungkin itu di kekuasaan juga sama, berhentilah berkuasa sebelum ‘kenyang’.Entah kenyang dari apa. Kami-kami yang tidak punya bakat berkuasa ini masih bingung memikirkan apa sih arti lapar bagi semua yang ingin berkuasa. Yang pasti bukan cuma gaji yang 19, 40 dan 63 juta.

Mesir Hosni Mubarak untuk membawa angin demokrasi dan reformasi ke negaranya tak digubris rakyatnya. Mereka kembali turun ke jalan dalam jumlah yang lebih besar dan menuntut tokoh yang sudah tiga dekade memerintah negara itu untuk turun. Bahkan di Suez, sebanyak 1.700 PNS menyatakan mogok untuk waktu yang tak ditentukan hingga Mubarak turun dan bergabung dengan demonstran.
Pidato Mubarak tengah malam sebelumnya tak bisa meredam amarah rakyat. Mubarak menyatakan memecat semua menterinya dan berjanji membentuk pemerintahan reformis.
Kantor berita Associated Press menyatakan bangunan parlemen dan kabinet telah diblokir oleh militer, mengcegah dikuasai massa. Al Jazeera melaporkan dari Kairo kota ini tampak seperti zone perang sejak sabtu pagi. Tank telah berpatroli di jalan-jalan ibukota sejak pagi. Pernyataan dari angkatan bersenjata Mesir diserukan berulang-ulang, meminta warga untuk menghormati jam malam dan menghindari berkumpul dalam kelompok besar.
Jumlah korban tewas dalam protes itu dilaporkan terus bertambah, sedikitnya nya 23 korban tewas dikonfirmasi di Alexandria, dan 27 orang di Suez, dan 22 di di Kairo. Lebih dari 1.000 juga terluka dalam protes kekerasan hari Jumat, yang terjadi di Kairo dan Suez, di samping Alexandria. Protes berlanjut sepanjang malam, dengan demonstran menentang jam malam malam.

Jelang Lengser, dibanding Mubarak Soeharto Lebih Bijak?

1296748347969656914

Dalam sebuah Laporan Utama Majalah Tempo Edisi. 33/XXXV/09 - 15 Oktober 2006 tersebutlah sebuah kisah, bahwa: tiga hari sebelum lengsernya Soeharto di Senayan Ketua MPR/DPR Harmoko bersama pimpinan Dewan lain meminta Soeharto turun takhta. Padahal, selama belasan tahun Harmoko membuktikan diri sebagai pembantu yang amat takzim. Bekas Menteri Penerangan itu adalah salah satu confidant, orang kepercayaan Soeharto selama separuh lebih masa kepresidenannya.

Dari Jalan Cendana, Soeharto menyaksikan semua kartu as lepas dari tangannya. Salah satu yang utama, faktor ekonomi. Indonesia pernah dijuluki “Macan Asia” karena keperkasaan negeri ini di bidang ekonomi. Sejarah pertumbuhan pada awal era Orde Baru pernah mencatat sejumlah prestasi. Ekonom Emil Salim pernah menulis bahwa indeks biaya hidup di Indonesia antara tahun 1960 dan 1966 naik 438 kali lipat.

Pemerintah saat itu menggulirkan antara lain kebijakan deregulasi dan debirokratisasi untuk menyelamatkan ekonomi. Sebut contoh, Paket 10 Februari dan 28 Juli 1967. Pemerintah membuka diri untuk penanaman modal asing secara bertahap. Dengan cara itu, inflasi bisa dijinakkan perlahan-lahan. Dari sekitar angka 650 persen (1966) hingga terkendali di posisi 13 persen (1969). “Ini prestasi yang diraih pemerintah saat itu,” tulis Emil.

Hampir tiga dekade kemudian, Soeharto turun panggung dengan utang Republik tak terkira. Utang baru US$ 43 miliar (kini setara Rp 387 triliun) dari Dana Moneter Internasional, IMF, tak mampu menyangga nilai rupiah. Hari itu, 21 Mei 1998, pasar uang menutup transaksi dengan Rp 11.236 per dolar AS-terjun bebas dari Rp 2.500 per dolar AS. Pada awal 1998, rupiah sampai terjengkang ke jurang: Rp 17.000 per dolar AS.

Seorang pakar sistem dewan mata uang (currency board system/CBS) asal Amerika, Steve Hanke, didatangkan ke Indonesia menjelang kejatuhan Soeharto. Berkali-kali dia mengingatkan Soeharto agar tak mempercayai IMF, karena lembaga ini khawatir CBS bakal sukses diterapkan di Indonesia. “Washington punya kepentingan agar krisis berlangsung terus sehingga Anda jatuh,” kata Hanke kepada Soeharto seperti diulanginya kepada Tempo, Jumat pekan lalu.

Soeharto percaya. Dan Hanke diangkat sebagai penasihat khusus. Ia bahkan sempat menyebut CBS dalam pidatonya di depan Sidang Umum MPR 1 Maret 1998. Tapi utang terus melemahkan posisi Soeharto. Sembari para sekutunya lepas satu-satu.

Seakan belum cukup semua bala, Soeharto ditinggalkan pula oleh pilar yang dibinanya selama puluhan tahun: ABRI. Seorang jenderal purnawirawan yang cukup berperan pada era 1998 membuka ceritera ini kepada Tempo pekan lalu. “ABRI,” kata jenderal itu, “satu-satunya kekuatan yang disangka Pak Harto masih mendukungnya, juga meninggalkan dia.” Itulah pukulan telak terakhir yang menghantam jenderal tua yang sudah goyah itu.

Maka, pada Kamis malam 20 Mei-sebelum dia memanggil Wiranto dan Subagyo-Soeharto mengumpulkan putra-putri dan kerabatnya. Seorang tokoh dari lingkar dalam Cendana menuturkan kembali kenangan delapan tahun silam itu kepada Tempo, pekan lalu: “Titiek dan Mamiek (nama kecil Siti Hutami Adiningsih) menangis selama pertemuan.”

Dia juga menirukan kata-kata putra ketiga Soeharto, Bambang Trihatmodjo, yang bertanya kenapa ayahnya tidak mundur sesuai dengan jadwal. Siti “Tutut” Hardijanti Rukmana, anak sulung keluarga Cendana, membuka suara: “Sama saja, besok atau lusa Bapak harus mundur!”

Jadwal yang dimaksudkan Bambang adalah skenario awal mundurnya Soeharto yang telah disampaikan mantan presiden itu kepada keluarganya. Yakni, mengumumkan pembentukan Komite Reformasi pada 21 Mei, merombak kabinet pada 22 Mei. Dan, lengser pada 23 Mei. Namun apa daya, takdir berkata lain Jenderal besar harus turun tahta 2 hari sebelumnya, tanggal 21 Mei 1998.

Itulah drama politik 3 hari menjelang lengsernya Soeharto. Secara obyektif sifat kepemimpinan Hosni Mubarak dengan Soeharto miriplah, sama-sama otoriter dan anti demokrasi dengan membungkam para lawan-lawan politiknya. Namun akhir drama pelengserannya ternyata jauh beda. Meski Soeharto sudah bertahan lebih dari 30 Tahun memegang tampuk kekuasaan, namun akhir drama lengsernya berjalan sangat singkat, bahkan malah maju 2 (dua) hari dari rencananya semula tanggal 23 Mei 1998.

Namun di Mesir tekanan pelengseran presiden Hosni Mubarak ternyata tidak semulus dan sesingkat Soeharto. Disamping kekehnya Mubarak yang masih tetap ingin bertahan, presiden Hosni Mubarak malah menggalang masa pendukungnya untuk dibenturkan langsung dengan masa demonstran anti Mubarak. Keadaan ini tentu sangat menghawatirkan karena akan terjadi konflik horisontal yang cukup meluas di seluruh wilayah Mesir. Kalau melihat situasi kekinian di Mesir, bagaimanapun Soeharto masih mempunyai secuil kearifan untuk segera melengserkan diri tanpa adanya perbenturan horisontal antar masa yang pro dan kontra.


Pergolakan di Mesir Kian Genting

Senin, 04 Oktober 2010

CREDIT UNION

DUNIA DEWAN SERIKAT KREDIT
PENELITIAN Monograf SERIES
Nomor 17
POLISH KREDIT UNION PENGEMBANGAN:
MEMBANGUN JARINGAN KEUANGAN YANG BERKELANJUTAN
LAYANAN UNTUK MELAYANI MASSA RENDAH PENDAPATAN
I. RINGKASAN EKSEKUTIF Atas permintaan Polandia, World Council of Credit Unions (WOCCU) memberikan bantuan teknis yang didanai oleh US Agency for International Development (USAID) untuk membantu menciptakan sistem credit union setelah jatuhnya komunisme di Polandia. Pada tahun 1992, WOCCU dan mitra Polandia perusahaan menyelenggarakan sebuah asosiasi nasional (Asosiasi Nasional dan Serikat Tabungan Koperasi Kredit atau NACSCU) dan menciptakan Keuangan Tengah Facility (CFF), Dana Stabilisasi, dan Perusahaan Asuransi. WOCCU bantuan teknis di Polandia tidak berfokus pada penguatan sejumlah serikat kredit tingkat dasar di dasar, tetapi memiliki pendekatan topdown yang tidak memiliki sukses ditiru di negara lain yang WOCCU telah bekerja. Pada tanggal 31 Desember 1998, indikator berikut dicatat: Jumlah Koperasi Kredit Terdaftar: 220 Jumlah Keanggotaan / Klien: 268700 Jumlah Tabungan dimobilisasi: $ 138.895.066 SCU Jumlah Ekuitas Modal: $ 14.660.634 Jumlah Aktiva: $ 158.073.027 Jumlah Pinjaman: $ 112.949.678 Rata-rata Ukuran Pinjaman: $ 437 Rata-rata Tabungan: $ 537 Pinjaman Kenakalan: 0,74% Sistem kredit Polandia serikat besar penyedia jasa keuangan ritel untuk berpenghasilan rendah Polandia. Sistem ini melayani 268.700 anggota pada akhir tahun 1998. Ukuran pinjaman rata-rata hanya 12% dari GNP rata-rata per kapita ($ 3590) dan ukuran deposito rata-rata 15% dari GNP rata-rata per kapita. Pinjaman rata-rata dan ukuran deposit jauh di bawah patokan USAID sebesar $ 1000 untuk pinjaman kemiskinan di Eropa Timur. Sebuah survei terhadap 604 anggota credit union credit unions di 21 Maret 1998 dibahas dalam laporan ini lebih lanjut menggambarkan kedalaman jangkauan serikat kredit Polandia. Selama lebih dari 50% dari anggota disurvei, serikat kredit satu-satunya sumber keuangan formal yang tersedia bagi mereka. Selain prestasi credit union-tingkat, NACSCU telah menjadi finansial berkelanjutan lapis kedua asosiasi nasional. NACSCU kesuksesan dan kemandirian keuangan yang sebagian besar disebabkan kemampuan untuk mencapai: signifikansi hukum, signifikansi komersial (seperti yang dibuktikan oleh pendapatan-menghasilkan jasa termasuk fasilitas keuangan pusat, dana stabilisasi, seminar pelatihan, SKOKOM perangkat lunak komputer, jasa peralatan, pengawasan / jasa audit, dan produk asuransi), politik penting, dan pentingnya pengawasan.
II. POLISH KREDIT UNION GAMBARAN SISTEM
A. LATAR BELAKANG Pada bulan Agustus 1989, pemimpin Partai Solidaritas baru diberdayakan mengunjungi Amerika Serikat. Grzegorz Bierecki, seorang karyawan Lech Walesa pada waktu itu dan Manager dari Polandia Credit Union League (NACSCU) sejak awal, belajar tentang prinsip-prinsip operasi serikat kredit dan disajikan Walesa dan peringkat Solidaritas pejabat dengan konsep bangunan credit unions di Polandia. Pada tahun 1990, sekelompok ahli serikat kredit US mengunjungi Polandia dan mengevaluasi kelayakan menciptakan sistem kredit serikat dalam Polandia. Setelah review menguntungkan, proposal telah disusun, disetujui oleh US Agency for International Development (USAID), dan proyek pertama dimulai pada September 1992. Beberapa orang disewa untuk mempromosikan organisasi serikat kredit dalam tempat kerja di Polandia.
B. TUJUAN PROGRAM WOCCU VS. PENCAPAIAN Menimbang bahwa serikat kredit tersebut tidak beroperasi di Polandia sejak sebelum Perang Dunia II, sulit membayangkan basis besar mandiri, credit unions tingkat dasar dibangun di seluruh Polandia dalam waktu tujuh tahun. Selain serikat kredit tingkat primer, NACSCU organisasi lapis kedua Polandia menawarkan, secara mandiri pada tahun 1998, banyak layanan tingkat menengah keuangan di sebagian besar gerakan serikat kredit berkembang di seluruh dunia. Tabel berikut memperlihatkan tujuan program awal WOCCU-NACSCU dan status di AS Dollar (1 USD = 3,5 PLZ) pada tanggal 31 Desember, 1998:




GOAL AREA
INITIAL GOAL
STATUS 12/31/98
% OF GOAL
Number of Credit Unions Registered
300
220
73.33%
Total Membership
300,000
268,700
89.57%
Total Savings Deposits Mobilized
$32,000,000
$138,895,066
334.05%
Total SCU Equity Capital
$657,000
$14,660,634
2131.45%
Establish National Association
(NACSCU)
Project Yr. #1
Est. 1992
100.00%
Create a Central Finance Facility (CFF)
Project Yr. #1
Est. 1992
100.00%
Create a Stabilization Fund
Project Yr. #1
Est. 1992
100.00%
Create an Insurance Company
Project Yr. #1
Est. 1992
100.00%

UNI KREDIT C. LAYANAN serikat Kredit di Polandia canggih menawarkan berbagai produk dan jasa termasuk pinjaman instan jangka pendek, jangka menengah kredit, pinjaman perumahan jangka panjang, deposito saham, tabungan sukarela withdraw, sistematis program tabungan, deposito jangka waktu tertentu, anjungan tunai mandiri (ATM), pembayaran tagihan bulanan elektronik, kartu kredit, dan asuransi jiwa. serikat suku bunga kredit lebih menarik dibandingkan dengan bank komersial dan negara. Kredit serikat biasanya membayar beberapa persentase poin lebih tinggi pada tabungan dan biaya satu atau dua titik kurang secara kredit.
D. NACSCU LAYANAN DAN AFILIASI Asosiasi Nasional Koperasi Kredit Tabungan dan Serikat (NACSCU) adalah puncak yang organisasi melalui mana hampir semua serikat kredit berwenang untuk beroperasi di Polandia. Dengan persetujuan dari Credit Union Act of 1995 (ditandatangani 31 Desember 1995 dan efektif pada 5 Februari 1996), NACSCU diasumsikan peran terkemuka sebagai sumbu sebenarnya dari jaringan kredit serikat seluruh Polandia. Secara hukum, NACSCU telah dibebankan dengan tanggung jawab pembentukan standar kehati-hatian dan norma untuk serikat kredit, dan kemudian menegakkan norma-norma melalui audit komprehensif dan peran pengawasan. Kunci keberhasilan keuangan NACSCU telah menjadi produk komersial yang berorientasi dan jasa yang telah ditawarkan kepada serikat kredit untuk membantu mereka menyediakan layanan yang lebih baik untuk mereka basis keanggotaan. Penjualan produk dan jasa telah menciptakan pendapatan yang cukup untuk menutupi biaya operasional dan mencapai kesinambungan keuangan. Layanan tercantum di bawah ini ditawarkan baik melalui NACSCU, atau anak perusahaan atau organisasi yang berafiliasi dengan mana NACSCU menerima keuangan Manfaat:
1. Fasilitas Pusat Keuangan (CFF) CFF ini dibentuk dalam rangka memberikan perlindungan kepada serikat kredit likuiditas dalam hal penarikan tabungan anggota yang tidak terduga. 2. Dana Stabilisasi Dana Stabilisasi didirikan untuk membantu koperasi kredit yang mengalami kesulitan keuangan dalam kondisi ekonomi volatile pasar keuangan. serikat kredit harus deposit 1,22% dari total aktiva mereka dalam Dana Stabilisasi, tingkat bunga 0%, dalam rangka untuk membantu koperasi kredit yang lemah memperkuat posisi keuangan mereka dan melindungi simpanan anggota mereka tabungan. 3. Manfaat TUW-SKOK Mutual Perusahaan Asuransi Ini perusahaan asuransi kredit milik serikat-serikat menyediakan kredit dan keanggotaan mereka dengan berbagai produk asuransi penting, seperti properti dan asuransi kecelakaan, cacat kredit asuransi, asuransi kesetiaan ikatan, dan tabungan asuransi simpanan sampai dengan 8.000 Euro per account pemegang. 4. Perusahaan H & S Software credit unions Semua itu milik NACSCU harus menggunakan perangkat lunak SKOKOM credit union, yang dikembangkan oleh perusahaan ini. Semakin, perangkat lunak ini telah menjadi pusat untuk penawaran baru keuangan produk (misalnya, kartu ATM, kartu kredit) serta untuk kegiatan-kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh NACSCU, sebagaimana diamanatkan oleh hukum serikat kredit baru. 5. The SKOK Credit Union Sekolah dan Pusat Pelatihan Kredit Union College dan pusat-pusat pelatihan regional, dilengkapi dengan orang yang sangat mampu, memiliki melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam serikat pelatihan personil kredit di semua hal yang berkaitan dengan credit union prinsip, filosofi, operasi, manajemen keuangan, dan jasa anggota. Pelatihan yang sedang berlangsung Kegiatan yang dilakukan di pusat pelatihan regional di seluruh negeri. Biaya adalah dikenakan biaya untuk seminar. 6. Yayasan untuk Credit Unions Polandia (FPCU) entitas ini adalah yayasan bebas pajak yang memiliki bangunan NACSCU dan SKOKOM program perangkat lunak. Selain itu, telah berinvestasi di TUW-SKOK Asuransi, Layanan Perantara Bisnis, dan perangkat keras komputer. Menggunakan kontribusi donor untuk membantu mengembangkan dan memperkuat berbagai kegiatan dalam Polandia Gerakan Credit Union.
Credit Union III.Polish Outreach Penerima manfaat utama dari jasa keuangan yang ditawarkan oleh serikat kredit di Polandia berpenghasilan rendah upah pekerja. Sampai saat ini, serikat kredit paling di Polandia adalah serikat kredit karyawan berbasis karena hukum kendala yang ada sampai 1996. Itu tidak sampai Credit Union Act mulai berlaku pada tanggal 5 Februari 1996 bahwa serikat kredit dapat dibentuk atas dasar asosiasi atau organisasi umum obligasi di luar tempat kerja. serikat Kredit muncul di semua bidang Polandia di tambang batu bara tersebut, galangan kapal, dan pabrik. Sejak tahun 1996, serikat beberapa komunitas kredit yang telah ditetapkan. banding mereka untuk masyarakat berpenghasilan rendah Polandia menyebar dengan cepat; banding ini dibuktikan dengan tingkat pertumbuhan pesat dalam keanggotaan dan ukuran rata-rata pinjaman dan simpanan.
A. INDIKATOR KUANTITATIF OUTREACH Kedalaman jangkauan: Informasi konsolidasi dari 36 serikat kredit terbesar  

Indicators for 36 of 220 credit unions
November 30, 1998
Number of Members
135,113

Percent of Women Clients
46%
Average deposit size(USD)
$537
Average savings/GNP per capita
15%

Average loan size(USD)
$437

Average loan/GNP per capita
12%

GNP per capita (USD) per World Bank Development Indicators 1998
$3590

Pada pertengahan 1999, kredit serikat di Polandia tidak secara hukum berwenang untuk membuat "pinjaman bisnis" ketikatujuan pinjaman adalah untuk mendukung kegiatan bisnis yang adalah sumber utama dari anggotapenghasilan. manajer serikat Polandia kredit dan pejabat NACSCU percaya bahwa banyak dari mikrojumlah dana yang disimpan dan dipinjam di dukungan serikat kredit mikro yang menyediakanpendapatan yang diperlukan untuk melengkapi diakui upah rendah biru-kerah industri.Pertumbuhan Outreach Serikat Credit dari 1993-1998 adalah USD Mata Uang


12/1993
12/1994
12/1995
12/1996
12/1997
11/1998
# of active
Cus
32
74
128
168
202
220
# of
members
21,325
46,178
85,200
154,638
196,228
268,700
Amt. of
Savings $
3,984,820
12,285,235
36,628,024
69,253,125
89,303,381
138,895,066
Amt. Of
Total
Loans $
4,064,039
10,732,048
33,372,400
58,488,186
80,170,928
112,949,678
Total
Assets $
5,221,089
14,831,046
40,300,787
79,797,628
105,217,152
158,073,027

 
 B. KUALITATIF INDIKATOR OUTREACHPada Maret 1998, proyek yang didanai WOCCU survei yang dilakukan oleh NACSCU dari 605 anggota credit union dalam dua puluh satu serikat kredit di seluruh negeri untuk profil keanggotaan serikat jaringan kredit. Para responden adalah 54% laki-laki, 46% perempuan, dan 64% dari total milik kategori 30-49 tahun usia tua.Indikator ini menunjukkan keanggotaan serikat kredit terdiri dari, dalam porsi signifikan, orang-orang di jajaran ekonomi yang lebih rendah dari ekonomi Polandia. Dalam sebanyak didominasi serikat karyawan berbasis kredit bisa beragam, serikat kredit Polandia memiliki anggota dari semua tingkatan gaji, termasuk "pekerja kerah putih". Para anggota kelompok pendapatan yang berbeda keinginan produk dan jasa yang berbeda dari serikat kredit dan mendorong perantara keuangan untuk menawarkan berbagai layanan yang lebih luas.
IV. Credit Union Polandia Gerakan Keberlanjutan Keuangan
A. SERIKAT KREDIT ATAS - SKOKSCredit Unions Polandia Informasi Laporan Keuangan 31 Desember,1998 di Dolar U. S. (1 USD = 3,5 Plz)ITEM JUMLAH


Polish Credit Unions Consolidated Financial Information, December 31,
1998 in U.S. Dollars (1 USD = 3.5 Plz)

ITEM
AMOUNT
Total Assets:
$158,073,027
Total Loans:
$112,949,678
Total CFF-CU Loans:
$8,677,785
Total Gross Income:
$33,168,378
Total Financial Costs:
$20,829,690
Total Operating Costs:
$7,978,117
Total Net Income:
$4,360,571
Loan Delinquency:
0.74%

  WOCCU telah menetapkan standar prudential internasional untuk operasi serikat kredit. Di bawah ini adalah rasio kunci dari WOCCU's pemantauan kinerja alat, MUTIARA (laporan lengkap dalam lampiran), untuk Polandia 36 terbesar serikat kredit.
B. ASOSIASI NASIONAL (NACSCU) Selain informasi keuangan konsolidasi untuk serikat kredit, perlu dicatat untuk meninjau kemajuan yang National Association telah membuat di jalan sendiri untuk kecukupan keuangan diri.
V. ELEMEN DARI SUKSES UNI POLANDIA KREDIT GERAKAN Dalam kasus Polandia, seperti yang terjadi di sebagian besar sukses program pembangunan, ada berbagai faktor yang, jika digabungkan bersama-sama, menghasilkan sinergi yang menghasilkan output lebih besar daripada jumlah dari input individu. Sinergi ini mudah jelas di Polandia:
A. MAKROEKONOMI REFORMASI BERHASIL Transisi dari ekonomi sosialis ke ekonomi kapitalis di Polandia bisa dianggap sebagai sebuah keberhasilan dalam penyelesaian, namun lingkungan operasi di mana transisi telah terjadi belum tanpa rasa sakit bagi rakyat Polandia.
B. teguh DUKUNGAN POLITIK Solidaritas Serikat Buruh secara terbuka mendorong anggotanya untuk baik menciptakan serikat kredit baru atau bergabung dengan yang sudah ada. Ini "iklan" bebas menciptakan citra yang sangat menguntungkan dari serikat kredit di antara para anggota jajaran Solidaritas, dan memberikan dorongan besar bagi upaya pembangunan. C. KREDIT PEMIMPIN KUAT DAN KARYAWAN KOMPETEN Dua arsitek kunci dari Polandia Gerakan Credit Union adalah Ketua Dewan, Adam Jedlinski dan General Manager / CEO, Grzegorz Bierecki. Mr Jedlinski, 43, adalah sukses pengusaha, pengacara, dan profesor, yang secara independen kaya. Seperti halnya dalam gerakan serikat kredit banyak, ia telah menyumbangkan waktu sebagai penasihat relawan / keuangan hukum, tanpa memungut biaya untuk layanan profesional.
D. kredit yang menguntungkan UNION UNDANG-UNDANG Jumlah peraturan legislatif untuk serikat kredit layak deskripsi. Pertimbangkan kemenangan hukum sebagai berikut: 1. Pelaksana Orde Dewan Menteri Desember 1992 Orde pelaksana memutuskan bahwa WSLAs bisa mengkonversi menjadi serikat kredit, tetapi bahwa kedua organisasi tidak bisa keduanya ada di setiap tempat kerja satu. Sampai Orde pelaksana berlalu, tempat kerja awalnya direncanakan untuk dijadikan "benteng" untuk pengembangan credit union seperti galangan kapal Gdansk telah dicegah dari mulai serikat kredit karena WSLAs sudah ada di tempat kerja mereka. 2. Credit Union Act of Desember 1995 Secara terpisah, berdiri sendiri Credit Union Act disahkan pada Desember 1995. UU menetapkan kerangka hukum untuk operasi dan ekspansi serikat kredit di Polandia dan, pada saat yang sama, diberdayakan NACSCU dengan tanggung jawab pengawasan dan regulasi sektor serikat kredit. Undang-undang juga mendirikan beberapa standar operasional dan membiarkan NACSCU menetapkan standar lain, seperti yang dianggap perlu. 3. Pembebasan Pajak Semua serikat kredit, pada 1999, dari pajak dibebaskan dari pajak penghasilan selama setidaknya satu periode lima tahun. UU ini menguntungkan akan memungkinkan serikat kredit untuk membangun sangat dibutuhkan cadangan modal dari laba bersih institusi mereka. 4. ATM dan Kartu Kredit Pada tahun 1997, hukum perbankan diubah untuk memungkinkan koperasi kredit untuk menawarkan ATM dan kartu kredit kepada anggotanya. Undang-undang ini telah diizinkan serikat kredit untuk terus menyediakan keanggotaan mereka dengan tinggi produk dan layanan keuangan berkualitas. 5.Interest-Bearing Cadangan Likuiditas Daripada menyimpan cadangan likuiditas mereka di Bank Nasional Polandia pada 0 kembali%, serikat kredit secara hukum diharuskan untuk deposit cadangan likuiditas mereka dengan Keuangan Pusat Fasilitas NACSCU mana mereka menerima hasil yang kompetitif (sekarang 12%) pada cadangan likuiditas mereka. 6.Exemption dari Kebutuhan Modal Minimum serikat kredit non-profit organisasi yang pemiliknya tidak kaya. Biasanya, dibutuhkan waktu untuk membangun cadangan modal. Mengingat fakta ini, serikat kredit telah dibebaskan dari persyaratan modal minimum baru dikenakan pada bank. 7.Current Rekening di Bank Nasional Polandia (NBP) Saat ini, serikat kredit harus menggunakan sektor perbankan untuk proses cek, deposito, kabel, dll Pada bulan Juni 1999, diperkirakan bahwa CFF dari NACSCU akan dapat membuka rekening langsung dengan NBP dan kemudian bertindak sebagai kliring otomatis langsung rumah (ACH) untuk uang ditransfer dalam sistem serikat kredit. Ini akan menjadi langkah maju yang besar dalam membuat serikat kredit benar-benar independen dari bank di Polandia. 8. Kredit Usaha untuk Anggota Credit Union serikat kredit saat ini dilarang melakukan pinjaman usaha untuk keanggotaan mereka kecuali bisnis ini sumber penghasilan sekunder. Hal ini diantisipasi bahwa sebelum akhir tahun 1999, serikat kredit akan berwenang untuk menawarkan pinjaman bisnis utama bagi pengusaha anggota. otorisasi ini akan membuka jalan bagi serikat kredit untuk mendiversifikasi portofolio pinjaman mereka dan menyediakan berbagai produk kredit yang lebih luas.
E. PENDIRIAN DI TEMPAT KERJA ATAS Salah satu keputusan yang benar yang paling penting yang pernah dibuat adalah untuk memulai mengorganisir serikat kredit di tempat kerja. Karena ketentuan dalam Orde pelaksana Dewan Menteri yang masuk diberlakukan pada Januari 1993, berbagai manfaat ekonomi langsung diberikan kepada serikat kredit oleh pendirian bekerja: a. bebas ruang kantor; b. gratis utilitas; c. gratis telepon; d. bebas hukum bantuan; e. pemotongan gaji; f. mudah akses untuk anggota baru dan yang sudah ada untuk menggunakan layanan, dan g. kompeten relawan renang F. EKONOMI / ASPEK SOSIAL dasar-dasar di Polandia. Dalam cara yang sangat nyata, credit unions mengimbau kepada rakyat Polandia untuk berbagai alasan: a. Ada dasar budaya yang kuat terhadap orang membantu orang. Lebih dari 90% dari populasi Katolik dan sekitar 70% pergi ke gereja secara teratur. Orang-orang yang kuat keluarga dan nilai-nilai tradisional, yang setara dengan tingkat tinggi kejujuran dan kepercayaan di masing-masing lainnya. b. Ada ketidakpercayaan umum bank - banyak orang telah baik ditolak oleh bank atau terluka finansial oleh bank. c. Serikat kredit menawarkan jasa keuangan yang lebih menarik dibandingkan bank. Sebagian besar kredit serikat 3-4% membayar lebih untuk tabungan dan biaya 1-2% kurang pinjaman. Selain itu, serikat kredit dapat sekarang menawarkan kartu ATM dan kredit. d. serikat Kredit telah mengisi kekosongan besar di pasar kredit konsumer. Sebelum kredit serikat, bank biasanya mengabaikan ini pasar yang besar dan terfokus pada kredit komersial. Seperti serikat kredit menawarkan pinjaman berbasis konsumen, orang-orang tertarik kepada mereka dalam jumlah besar, bukan hanya karena tarif dan kondisi yang baik, tetapi juga karena jenis Kredit yang ditawarkan. e. Cukup berbeda dari koperasi perumahan terkenal yang ada di bawah pemerintahan Komunis, sebuah jaringan yang dinamis dari koperasi simpan pinjam yang dioperasikan di Polandia sebelum Perang Dunia II. generasi yang lebih tua akrab dengan konsep serikat kredit dan membantu membangun orang muda itu kepercayaan pada koperasi simpan pinjam tahun 1990-an. G. BANTUAN TEKNIS SUKSES DAN PERJANJIAN KEMITRAAN WOCCU menarik pada jaringan serikat kredit internasional kepada konsultan kontrak dan mengatur relawan penghubung antara serikat kredit Polandia dan Amerika Serikat, Kanada, dan credit union Irlandia sistem. Jaringan luas diberikan kredit pimpinan serikat buruh Polandia dengan kontak yang berharga dan keahlian di bidang teknis yang berbeda. Sebagai hasil dari kontak tersebut, terdapat permanen perjanjian kemitraan antara Polandia dan Georgia Credit Union Liga Amerika Serikat. The sukarela, tidak-untuk sifat-laba penghubung ini, memberikan bantuan berharga bagi NACSCU.
VI. Prospek untuk Replikasi tempat lain di Eropa Tengah & Timur Apa yang paling jelas dari pengalaman Polandia adalah yang ramah lingkungan peraturan yang sangat penting untuk serikat kredit untuk dapat berskala-up operasi ini dengan cepat dan mampu menawarkan array jasa keuangan yang diminta oleh keanggotaan heterogen. Legislatif berbagai kemenangan yang NACSCU telah memenangkan serikat kredit individu (SKOKs) dan sistem serikat kredit sebagai keseluruhan sudah memungkinkan sistem untuk berkembang. Permintaan credit unions masyarakat atau karyawan berbasis tampaknya luas di negara-negara seperti Latvia, Lithuania, Rumania, dan Ukraina, namun di negara-negara yang tak tergoyahkan dukungan dari entitas seperti Solidaritas Buruh tak tertandingi. Fakta bahwa Solidaritas aktivis memulai kredit pengembangan serikat diterjemahkan ke kredibilitas instan antara potensi anggota, legislatif, dan tekan. Subsidi yang ditawarkan kepada serikat kredit bibit oleh majikan mereka sponsor belum ditawarkan kepada serikat kredit baru di negara lain di kawasan untuk gelar yang telah terjadi di Polandia.